my side series

esge .klaten .jakarta .manusia biasa .friendly .depkeu .garink .remeh temeh .standart .hal hal kecil .yang tidak terpikir

Monday, February 13, 2006

Generalization is not a good thing



13 Februari 2006 tgl 11.29 saya dpt pesan pendek seperti yang tertampil di sebelah kiri ini.gambar diambul dengan screenshoot menu yang ada di hp enjej qidi saya....

saya sedikit emosi sebagai ungkapan ketidakcocokan atas pendapat si pengirim tersebut. langsung saja saya balas pesan tersebut.

"Dont judge the book by its cover...sebaiknya qt jangan menilai terlalu simple hanya bdasar gender....generalization in not a good thing"

Yaaa..kalau menurut saya pengelompokan sifat, kebiasaan, perilaku dan lain lain hanya berdasar gender itu sangat tidak valid datanya. Bagaimana bisa mengelompokkan hanya berdasar gender/ jenis kelamin. dan itu jadi data untuk menghakimi seseorang, menghakimi tingkat kepatutan akan suatu tindakan..

"Kok loe nangis c padahal cuma kucing loe yang dah loe rawat 5 tahun itu mati? kek banci aja"----haiahh...kira2 buat apa Allah ciptain air mata? apakah menangis itu hak prerogratif seorang perempuan? ga kan......

" Udah ga usah diurusin lecet2 nya.cowo ini kan wajar kalau sedikit lecet-lecet"------weleh-weleh. ada bagian dari tubuhnya sakit dan bagian tubuh lainnya berusaha care terhadap bagian dari suatu komunitas bernama tubuh aja kok dimarahin?? wajar aja kan kita berusaha ngobatin lecet2 yang ada di tubuh kita.

back to the topic, buat seseorang yanga da disana....jangan anggap semua itu hanya karena " seorang lelaki itu tidak bisa memahami perasaan wanita"....seseorang pasti punya pertimbangan rumit untuk menyelesaikan suatu masalah yang didera..semoga bisa ditemukan sebuah "win-win solution" yang menyenangkan semua pihak...peace....

"generalization is not a good thing"

2 Comments:

Anonymous Jackass said...

Gw se7 buangggeeettt ama lo Man!
kita ga bisa menilai orang itu dari luarnya aja.......
coz performance seseorang ga menentukan psycholigic doi *ga nyambung banget ya?*

10:47 PM  
Anonymous Anonymous said...

Kedua pendapat ada benernya. Doi ngelihatnya pake kacamata statistik, sedangkan elo pake pendekatan case-by-case.
Allah SWT memang menciptakan wanita berbeda dengan pria karena peranan mereka berbeda. Jadi waria (wanita pria) tidak bisa sama dengan wanita, meski sudah operasi kelamin. :-)

2:01 AM  

Post a Comment

<< Home