my side series

esge .klaten .jakarta .manusia biasa .friendly .depkeu .garink .remeh temeh .standart .hal hal kecil .yang tidak terpikir

Thursday, February 23, 2006

Silalahi on embassy renovation

Politics of the week…cerita ini hanya ada di negeri antah berantah..bukan di Indonesia.

Well, mungkin yang terakhir ini anda dan anda seiring dengar ataupun tahu bahwasanya ada sesuatu yang ganjil terjadi di sekretaris kabinet. Malasah ini bermula ketika bapak Sekretaris kabinet mengunjungi PT Sun Hoo Enginering di kantornya pada November 2004. Silalahi pada Januari 2005 mengirimkan surat kepada Menteri Luar Negeri yang isinya permintaan agar menerima presentasi dari PT Sun Hoo soal perbaikan gedung kedutaan di Seoul. Inilah yang memulakan segala prahara yang akhirnya diangkap sebagai surat yang ga wajar..Lho, kenapa tulis surat aja dibilang ga wajar? Well, kalau katanya2 “Presiden meminta untuk lebih memperhatikan proposal presentasi dari PT. Sun Hoo” akan terbaca dengan arti yang beda. Kata2 Presiden kan membuat semua yang dapat surat akan keder…Lebih terkesan “Menyuruh” atapun “Memerintah”..Pejabat mana yang ga akan keder….Inilah katebelece yang sangat subur ada di Orde Baru..Surat seperti ini bias menjadi embrio dari katebelece yang berujung pada KKN..
Sekedar mengingatkan embrio Katebelece itu kalau menurut saya ada 3:Surat rekomendasi yang bernada “menyuruh” atau “memerintah” tanpa perlu dipertimbangkan lagi. Langsung dimakan mentah2 tuw perintah Rekomendasi per telpon-->Kalau ini asli susah banget untuk dibuktiin. Biarpun beberapa akhirnya terbongkar.Ajakan *baca:perintah* untuk menghadap atau berkumpul---> naaahhh, yang satu ini sangat umum dan keliatan banget..Karena pasti ter-ekspose sama media masa. Tapi para pelaku akan sangat gampang untuk berdalih bahwa hal itu hanya untuk “ memantapkan langkah tim” ataupun untuk “ menyamakan presepsi”….padahal ga lebih dari butiran2 perintah yang akan digulirkan atasan yang diindikasikan sangat mungkin untuk diterima mentah2 tanpa ditelaah ulang.

Back to the topic, setelah kasus ini mencuat beliau bener2 berusaha untuk menutupi kasus tersebut *secara inplisit berarti mang surat itu bermasalah*.. dari hari ke hari perkataan beliau berubah ubah..
First day
“Surat itu adalah resmi dan memang benar saya yang membuat..Silahkan melakukan investigasi untuk mengecek kebenaran surat tersebut---> Dia mengakui bahwa surat tersebut adalah surat yang dia buat, dan mengakui bahwa surat tersebut dan kandungan surat adalah benar dan sepengetahuan dia. Dengan lantang dia membawa dan menenteng kopian surat untuk menjawab beberapa media termasuk di TV bahwa dia hanya berniat untuk meneruskan surat yang salah alamat tersebut ke Departemen terkait. Dia berkata “ ga dapat sesenpun” dari penerusan surat tersebut.
A few days later
“Ini bukan surat seperti yang saya buat, ada pemalsuan isi surat yang telah saya buat. Dan ini dilakukan oleh staff saya. Saya akan menghukum staff saya yang melalukan hal tersebut”----> Haiah…..Kalau benar surat tersebut palsu kenapa ga dari pertama mencuat masalah ini langsung aja mengakui bahwa surat tersebut bukan dia yang buat. Dan mengatakan dengan lantang bahwa surat tersebut palsu. Trus meminta maaf kepada rakyat bahwa ada salah manajemen di sekretariat kabinet..Selesai kan…

Dan seremnya lagi bahwa seperti yang ditayangkan di SCTV, alamat PT. Sun Hoo yang terdapat di surat proposal yang dikirim itu adalah alamat yang kemungkinan bu’ung. Alamat di dareah Jakarta yang dicatut alamatnya di proposal tersebut ternyata hanya alamat sebuah rumah tinggal pribadi dan tidak ada kaitannya dengan PT. Sun Hoo.

Akhirnya semalam beliau dipanggil ke DPR untuk dimintakan keterangannya tentang masalah ini. Dan beliau tetap bilang bahwa surat tersebut adalah palsu..well, OK kalau palsu..tapi ketika ditanyakan dimana surat yang aslinya, silalahi hanya menyatakan bahwa surat yang asli HILANG…Haaaahh, hilang dimana? Mengingat surat tersebut belumlah terlalu lama dibuat. Okelah kalau memang hilang, berarti ada sesuatu yang ga beres dengan manajemen di seKretariat Kabinet. Masa baru bentar aja surat sepenting itu hilang.. Non sense…* Jangan-jangan setelah pulang dari DPR dibuatlah surat baru yang akan diakuin sebagai surat yang asli..semoga tidak *

And did you know the final result of the judging? Komisi, dalam kesimpulan yang dibacakan hasilnya Cuma mendukung langkah beliau untuk meneruskan kasus ini kejalur hukum dan diminta agar sudi memperbaiki manajemen administrasi dan personalia Sekretariat Kabinet.That’s all. Padahal banyak hal yang public rasa ganjil dan penuh dengan hal2 yang kurang benar. *ada apakah ini*. Apakah hanya staffnya saja yang ditindak?

Sebelumnya Presiden menyatakan bahwa akan memberantas korupsi dan akan dimulaikan dari lingkungan terdekatnya *istana and setneg*…seharusnya, inilah saat yang tepat untuk menunjukkan niat yang baik tersebut. Karena model katebelece2 seperti ini yang bisa juga membuat negara rugi trilyunan. Peroyek yang seharusnya 100juta rupiah bisa jadi 2 atapun 3x lipat. Yang akhirnya akan membebankan negara 3x lipat.
Finally, sebagai masyarakat awam yang mungkin hanya bisa menonton semoga kasus ini dan banyak kasus katebelece lain diselesaikan dengan benar dan semoga kebenaran akan segera terungkap.

**** Beberapa orang yang bersalah akan berusaha menutupi kesalahannya dengan pernyataan yang berubah-ubah setiap hari. Padahal, yang seperti itu hanya akan menggali lubang dan lubang lagi dan lagi, yang akhirnya akan menyiapkan lubang besar untuk dia sendiri jatuh kedalamnya ****



0 Comments:

Post a Comment

<< Home