my side series

esge .klaten .jakarta .manusia biasa .friendly .depkeu .garink .remeh temeh .standart .hal hal kecil .yang tidak terpikir

Sunday, March 19, 2006

Konsep Kaya

Beberapa kali saya ngobrol dengan teman saya tentang konsep kaya. Ya konsep kaya dan biasanya dilanjutkan dengan ajaran untuk selalu bersyukur. "tapi kan kalau penghasilan kita lebih banyak kita bisa berbuat lebih banyak hal lagi. Bisa membantu orang tua ataupun orang lain yang membutuhkan" begitu biasa kita beralasan.

sebenarnya kalau mo dipikir2, kita tuw pengennya kaya atau bahagia dalam hidup kita.. Apakah kaya harta itu akan menjamin kita bahagia dalam hidup kita? Apakah seorang kaya eks presiden ke-2 RI bahagia dengan harta yang dipunyainya? Apakah seorang edi tansil berbahagia entah dimana dia berada sekarang?

saya jadi inget dengan konsep kaya ala gede prama, yang melihat kaya dengan cara yang mungkin sedikit berbeda dengan orang kebanyakan. Berikut kutipannya :

" Masih segar dalam ingatan, bagaimana tidur saya amat terganggu di hari pertama ketika baru bisa membeli mobil. Sebentar-sebentar bangun sambil melihat garasi. Demikian juga ketika baru duduk di kursi orang nomer satu di perusahaan. Keterikatan agar duduk di sana selamanya membuat saya hampir jadi paranoid. Setiap orang datang dipandang oleh mata secara mencurigakan. Benang merahnya, kekayaan materi memang menghadirkan kegembiraan (kendati hanya sesaat), namun sulit diingkari kalau ia juga menghadirkan keterikatan, ketakutan dan kekhawatiran. Kemerdekaan, kebebasan, keheningan semuanya diperkosa habis oleh kekayaan materi.Disamping merampok kebebasan dan keheningan, kekayaan materi juga menghasilkan harapan-harapan baru yang bergerak maju. Lebih tinggi, lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.
Demikianlah kekayaan dengan amat rajin mendorong manusia untuk memproduksi harapan yang lebih tinggi. Tidak ada yang salah dengan memiliki harapan yang lebih tinggi, sejauh seseorang bisa menyeimbangkannya dengan rasa syukur. Apa lagi kalau harapan bisa mendorong orang bekerja amat keras, plus keikhlasan untuk bersyukur pada sang hidup. Celakanya, dalam banyak hal terjadi, harapan ini terbang dan berlari liar. Dan kemudian membuat kehidupan berlari seperti kucing yang mengejar ekornya sendiri "

Saya jadi inget juga dengan teman saya yang resign dari tempat kerjanya padahal ditempat dia kerja sebelumnya menjanjikan materi yang sangat besar. Kenapa dia keluar? ternyata dia pengen lebih menikmati hidup. selama ini dia hanya bekerja dan bekerja. waktu untuk keluarga, waktu untuk memanjakan diri lebih banyak tersita dengan pekerjaannya. dia merasa ada yang hampa dengan rutinitas dia selama ini.

Konsep berbahagia itu secara teori sebenarnya sederhana. Menjadi bahagia bukanlah diukur dari apa yang yang kita inginkan itu terwujud, tetapi bahagia adalah cara kita menerima apa yang kita dapatkan....Tapi prakteknya masya Allah susahnya...

Yang pasti kita tetap harus bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan selama ini, selain tentunya memang kita harus selalu berusaha untuk lebih maju..

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan:
"sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (Ibrahim ayat 7) "


* walah tulisan yang ga berstuktur dan ga terkonsep sama sekali.

2 Comments:

Anonymous Jackass said...

Arti Syukur dalam tingkatan awal
masih membutuhkan pembanding,
dalam artian kita mensyukuri sesuatu yg kita
dapatkan dengan terlebih dahulu membandingkan
antara apa yg orang lain peroleh dengan apa yang
telah kita peroleh.

"aku bersyukur jadi PNS lho, walopun gajinya kecil
dibanding pengangguran yg ga punya penghasilan sama sekali"


tetapi dalam tingkatan yang lebih dalam Syukur adalah Syukur,
tidak lagi memerlukan pembanding sama sekali.
syukur adalah suatu wujud terima kasih kita kepada
Sang Pencipta atas segala sesuatu yg telah dilimpahkan dan
dikaruniakanNya kepada kita
tanpa perlu ada imbalan, balasan dan lain sebagainya.

kita bersyukur telah diberi udara untuk bernafas, diberi matahari
sebagai sumber energi, diberikan hal2 lain yang tak terhitung jumlahnya dan
terkadang kita lupa
untuk mensyukuri hal2 tersebut.

12:53 AM  
Blogger esge said...

@jakass, dalem banget neh kekna.Oleh2 dari mudik

4:51 PM  

Post a Comment

<< Home